SBY, bukan pahlawanku lagi

Catatan ini merupakan catatan pribadi saya, berasal dari pribadi saya dan tidak ada kaitannya dengan partai atau organisasi apapun. Menurut saya wajar-wajar aja seorang warga melihat dan mengkritik seorang calon presidennya (ingat SBY pada posting ini bukan diposisikan sebagai presiden tapi calon presiden.

Memang sepertinya memberikan gelar pahlawan dari diri sendiri terhadap orang lain yang dianggap telah memperjuangkan kita tidak bisa hanya dengan melihat awal pertempurannya saja, tapi memang harus diperhatikan semua sampai selesai bagaimana hasil yang terjadi.

SBY sebelumnya sempat saya banggakan, namun ternyata strategi dan pilihannya tidak sesuai dengan perkiraan saya bahkan jauh dari yang saya kira. Saya cukup heran dengan pernyataan  “jangan tergesa-gesa, kita tunggu saja waktunya”, bagaimana pak SBY? apakah ini strategi agar tidak dikomplain ataukah memang anda belum punya nama?

Secara logika dengan makin mepetnya waktu yang disediakan KPU untuk pendaftaran calon presiden tidak akan memberikan waktu atau kesempatan untuk memutar otak bagi para partai koalisi.

Memang kalau begini saya sebagai warga negara yang masih punya hak pilih mencoba mencari pilihan lain, karena yang lain masih tetap baik, walaupun yang saya anggap terbaik ternyata tidak bermain cantik lagi dimata saya fiuf…

Dan memang Pak Jendral, saya di sini meragukan kepemimpinan anda terhadap kehidupan berpartai ke depan..
Tapi entahlah, yang pasti ini kesan saya di awal jabatan anda, selanjutnya semoga anda akan kembali jadi pahlawan saya jika memang rakyat Indonesia kembali memilih anda.

Saya hanya berhadap pada Yang Kuasa agar negeri ini dipimpin oleh yang menjunjung kebaikan dan sedapat mungkin selalu berjalan sesuai aturanNya, semoga InsyaAllah.

Sekali lagi, bagi anda yang kontra tidak usah komentar, anda bisa tulis diblog anda dan tulis tentang apa yang ingin anda tulis terhadap ex-pahlawan saya tersebut. Yang pro silahkan komen, karena saya ingin lihat juga apakah ada yang sependapat dengan saya