Sudah adakah nama otak bom di Jakarta di tangan SBY?

Sebelumnya saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Jakarta. Sungguh walaupun  itu bom kecil tapi kerusakannya sangat besar, kerusakan yang saya maksudkan bukan kerusakan fisik tetapi kerusakan sosial, politik, dan ekonomi.

Memang benar kata Presiden SBY, saat ini segelintir orang tertawa terbahak-bahak melihat apa yang telah direncanakannya.

Saya iseng aja nulis posting ini setelah mendengar pidato dadakan SBY, siang ini.

Dari awal saya memperhatikan dengan seksama, dan dari awal SBY memberikan komentar yang kira2 artinya “Belum tentu pelakunya teroris yang selama ini kita kenal”, saya kira yang dimaksdkan adalah Nurdin and de gang.

Untuk selanjutnya SBY memberikan komentar dan menyebut2 hal yang berkaitan dengan pangkat atau status, atau kedudukan.. dan menginstruksikan agar pihak berwenang tidak segan-segan untuk menindak tanpa memperdulikan status kedudukan dari si pelaku…

Makin ketengah makin saya rasakan bahwa sepertinya ada sesuatu yang telah diketahui Presiden, mulai dari foto intelejen yang dibeberkan presiden, sampai informasi-informasi lain yang juga berasal dari intelejen, padahal biasanya yang namanya informasi intelejen bersifat rahasia.

Saya rasa presiden SBY agak marah sekali akan hal ini, pun kita semua juga marah karena ini hanya membuat keadaan yang tenang jadi tergoncang.. saya pribadi juga mengecam hal ini.

Nah kembali ke pidato SBY, saya merasakan dari awal sampai akhir dan menyimpulkan bahwa kemungkinan sudah ada nama atau setidaknya sudah mengarah ke objek2 tertentu yang menjadi tersangkanya.

Mudah-mudahan perasaan saya benar, sehingga makin cepat ditangkap.

Orang-orang yang tidak menginginkan negara ini aman memang harus dibasmi dari bumi indonesia, dan nanti ketika memang tertangkap dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Kasus Prita, Pelajaran Bagi kita semua

Kasus Prita yang saat ini tengah panas-panasnya malah mengalahkan berita tentang Manohara yang seminggu lalu sempat sering terdengar di telinga.

Hal yang terjadi pada prita ini sempat juga mendapat perhatian CapRes Megawati dan Yusuf Kalla, ada yang unik juga di sini.. pertama jelas saat ini siapapun yang akan berkasus bisa saja mencuat ke permukaan dikarenakan memang para capres ingin memperlihatkan kedekatan dengan rakyat.

Sebelum lanjut ada yang salah juga saya rasa dalam permintaan megawati, karena beliau seperti yang saya dengar meminta agar prita langsung dibebaskan. padahal tentu seharusnya karena kita negara hukum harus diselesaikan sampai tuntas, yang penting harus adil, bisa saja nanti malah prita yang menang. Berbeda dengan pernyataan kalla yang intinya meminta agar persidangan dilakukan dengan adil.

Apakah ini terkesan mengkebiri pendapat?

Saya rasa salah juga, ada yang perlu kita pilah lagi di sini, seperti yang adik saya bilang, Ahlul Badrito Resha, “Ada pameo sebuah hukum tentang pandangan keadilan, semakin adil sebuah hukum itu semakin banyak benturan dan perasan ketidak adilan tersebut”.

Yang saya maksdkan di sini adalah hukum yang mengatur agar kita terlindung dari pencemaran nama baik itu harus ada, bisa kita bayangkan kalau peraturan itu tidak ada, bisa jadi semua orang gampang saja melakukan pencemaran nama baik.

Jadi di sini saya rasa bukan perihal hukumnya yang salah, tapi sesuai yang diberitakan bahwa yang salah itu adalah proses dan yang memprosesnya.

Prita seharusnya bisa lebih mujur

Ada hal di sini yang juga harus kita perhatikan bahwa seharusnya Prita bisa memenangkan perkara dengan menuntut balik di awal pihak rumah sakit jika memang merasa dirugikan. Dan jika memang terbukti benar malah ini akan lebih elegan dan lebih jitu untuk memberitahukan ketidak profesionalan Rumah Sakit.

Jadi memang jika tidak runtut dengan prosedur yang seharusnya malah akan salah jadinya.

Diperlukan kehati-hatian

Lakukanlah fakta terbalik, jika anda merasa apa yang akan anda sampaikan akan menyakitkan hati sebaiknya jangan dilakukan.

Kalau saya lihat memang ada redaksi kata prita yang saya rasa diluar curahan hati, karena berisi ajakan dan kata-kata yang memang bisa mengarahkan ke pencemaran nama baik

Jadi memang kita harus hati-hati menyampaikan sesuatu karena semua berlaku pada semua pihak, jadi jangan hanya kita memandang pada pihak prita tapi juga pihak rumah sakit, agar nanti kita lebih fair juga memandangnya.

Jadi untuk para netter yang akan berpendapat harus be a human juga, artinya jangan selalu artikan anda hanya ada di dunia maya dan tanpa aturan, hal ini dikarenakan dunia maya juga bisa diartikan hanya jembatan jadi tetap yang berinteraksi adalah antar manusia.

Hikmah kasus prita

Mungkin hikmah di sini adalah

  • kita harus hati-hati dalam bertindak dengan arti bukan dikarenakan pengkebirian tapi dikarenakan memang agar kita tidak sampai bertindak diluar kepatutan
  • jika anda tersandung hukum jangan sampai patah arang, mungkin memang butuh publikasi jika seandainya merasa tidak adil
  • kita juga harus mengawasi setiap hukum yang berjalan, maklum yang dibalik putusan hukum juga manusia

SBY-Budiono, akankah Budiono manut-manut saja jika terpilih?

Hmmm.. pertama mohon jangan dikatakan ini menjelek2an SBY, ingat ini opini saya, so jika ada yang mendukung beraarti mereka juga mempunyai opini yang sama, jika ada yang menolak berarti opini kita berbeda.

Ini merupakan posting kedua saya tentang SBY, umumnya posting-posting ini muncul setelah saya berdiskusi dengan teman-teman.

Kali ini saya lagi-lagi menyikapi kombinasi SBY dan Budiono, judul yang saya maksudkan di atas adalah sebuah pertanyaan bagi saya pribadi.

Kita sama-sama mengetahui bahwa SBY memilih Budiono, dan Budiono tidak didukung oleh kekuatan politik.. saya takutnya nanti ada power terarah ke satu sisi saja, karena kalau misal saya memilih seseorang pasti setidaknya orang itu segan sama saya dan harus mengikuti setiap perintah saya.

Nah ini yang saya kurang yakin, walau mungkin saya sebagai simpatisan PKS yang harus ikut keputusan majelis suro, tapi ada hal-hal dasar yang masih menyebabkan saya tidak tertarik untuk memilih SBY, mungkin secara partai no problem namun secara pribadi pandangan saya agak tidak sesuai dengan keputusan SBY, sehingga tentu sebagai warga negara yang punya hak pilih bebas menentukan kemana saya akan memilih.

Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan saya:

  • Sepertinya pemerintahan sekarang terkesan tertindas selalu, apakah ini sebuah strategi agar mendapat simpati ataukan memang keadaannya begitu?
  • Kenapa SBY tidak memilih seseorang dari partai?
    Nah ini yang menjadi pertanyaan besar juga bagi saya, kenapa. Tidak mungkin karena tidak ada orang yang lebih bagus dari boediono. Apakah ini dikarenakan agar tidak ada intrik antar presiden dan wakil nantinya sehingga setiap putusan dan tindakan akan bisa diputuskan satu orang? Atau wakil presiden jika dari parpol akan tertarik jadi presiden di pemilu yang akan datang?

Nah gimana pak SBY, bagaimana jika anda bs mampir di sini dan menjawab pertanyaan2 saya tersebut.

SBY, bukan pahlawanku lagi

Catatan ini merupakan catatan pribadi saya, berasal dari pribadi saya dan tidak ada kaitannya dengan partai atau organisasi apapun. Menurut saya wajar-wajar aja seorang warga melihat dan mengkritik seorang calon presidennya (ingat SBY pada posting ini bukan diposisikan sebagai presiden tapi calon presiden.

Memang sepertinya memberikan gelar pahlawan dari diri sendiri terhadap orang lain yang dianggap telah memperjuangkan kita tidak bisa hanya dengan melihat awal pertempurannya saja, tapi memang harus diperhatikan semua sampai selesai bagaimana hasil yang terjadi.

SBY sebelumnya sempat saya banggakan, namun ternyata strategi dan pilihannya tidak sesuai dengan perkiraan saya bahkan jauh dari yang saya kira. Saya cukup heran dengan pernyataan  “jangan tergesa-gesa, kita tunggu saja waktunya”, bagaimana pak SBY? apakah ini strategi agar tidak dikomplain ataukah memang anda belum punya nama?

Secara logika dengan makin mepetnya waktu yang disediakan KPU untuk pendaftaran calon presiden tidak akan memberikan waktu atau kesempatan untuk memutar otak bagi para partai koalisi.

Memang kalau begini saya sebagai warga negara yang masih punya hak pilih mencoba mencari pilihan lain, karena yang lain masih tetap baik, walaupun yang saya anggap terbaik ternyata tidak bermain cantik lagi dimata saya fiuf…

Dan memang Pak Jendral, saya di sini meragukan kepemimpinan anda terhadap kehidupan berpartai ke depan..
Tapi entahlah, yang pasti ini kesan saya di awal jabatan anda, selanjutnya semoga anda akan kembali jadi pahlawan saya jika memang rakyat Indonesia kembali memilih anda.

Saya hanya berhadap pada Yang Kuasa agar negeri ini dipimpin oleh yang menjunjung kebaikan dan sedapat mungkin selalu berjalan sesuai aturanNya, semoga InsyaAllah.

Sekali lagi, bagi anda yang kontra tidak usah komentar, anda bisa tulis diblog anda dan tulis tentang apa yang ingin anda tulis terhadap ex-pahlawan saya tersebut. Yang pro silahkan komen, karena saya ingin lihat juga apakah ada yang sependapat dengan saya