Orang IT Indonesia » media http://www.orangit.com A Blog Written By Ahlul Faradish Resha, S.Si Mon, 06 Feb 2012 17:30:23 +0000 en hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.3.1 Hati-hati dropper di Facebook atau media pertemanan lainnya http://www.orangit.com/2010/07/08/hati-hati-dropper-di-facebook-atau-media-pertemanan-lainnya.html http://www.orangit.com/2010/07/08/hati-hati-dropper-di-facebook-atau-media-pertemanan-lainnya.html#comments Thu, 08 Jul 2010 11:43:01 +0000 Ahlul http://ahlul.web.id/?p=888 Continue reading ]]> Social Network

Social Network

Perkembangan Facebook dan media pertemanan lainnya memang sedang dalam masa jayanya beberapa tahun terakhir, walau dalam beberapa bulan terakhir antusiasme pengguna baru ataupun pengguna aktif berkurang. Bahkan survey yang dilakukan SOPHOS menyatakan bahwa 60% pengguna facebook (di USA) melakukan pencarian di mesin pencari dengan kata kunci “bagaimana menghapus akun facebook“.

Nah, kembali ke masalah awal tadi.
Media sosial memungkinkan seseorang melakukan pertemanan dengan orang lain sehingga menjadi komunitas pribadi atau komunitas sosial berbasis media online.

Salah satu contoh adalah facebook, yang mempunyai berbagai macam fasilitas yang tentu saja memanjakan agar pengguna betah menggunakan facebook.

Namun, seiring perkembangannya media yang awalnya merupakan media pertemanan berubah fungsi menjadi media yang dimanfaatkan dengan berbagai macam tujuan, entah pengumuman, politik, dan lain sebagainya.

Ok, sebatas hal itu positif saya rasa tidak akan masalah dan tidak mengganggu.

Namun hal yang paling tidak mengenakkan adalah ketika media pertemanan dimanfaatkan untuk hal-hal negatif, mungkin iklan negatif, iklan judi, halaman judi, permainan judi, atau bahkan halaman hujat.

Dropper

Dropper dalam istilah yang saya ketahui sejak lama dalam dunia maya merupakan orang yang berniat menjatuhkan lawannya, atau bisa kita generalisir seorang dropper melakukan upaya yang tidak terpuji dan seringkali menyinggung.

Banyak hal yang bisa kita contohkah untuk kasus dropper ini.
Misalkan ada halaman yang menjelek-jelekkan komunitas atau partai, atau juga seseorang yang melakukan spam komentar yang bernuansa menyinggung langsung ke pihak atau perorangan yang dituju.

Salah satu hal saya menulis ini juga karena menemukan puluhan komentar dropper yang berasal dari orang yang sama pada beberapa wall temen-temen saya :D makanya saya geram dan menulis post ini.

Bagaimana menghindari dropper?

Hal yang memungkinkan dropper dengan mudah menyusup adalah karena kebanyakan pengguna media pertemanan sangat senang jika menerima invitation atau undangan pertemanan dari sesorang. Apalagi kasus ini saya lihat terjadi kebanyakan di Indonesia. Sebab pengalaman saya dengan beberapa temen dari luar negeri (bukan hasil searching, tapi memang temen beneran) mereka sangat hati-hati dengan identitas online mereka sehingga orang yang diterima undangannya hanya orang-orang yang sudah dipastikan identitasnya.

Jadi salah satu hal yang harus dilakukan untuk menghindari dropper adalah jangan menerima sembarang undangan pada media pertemanan anda.

Sebaiknya lakukan lah review paling tidak review halaman profile sebelum mengkonfirmasi undangan pertemanan.

Usahakan menerima orang yang menggunakan nama yang mengesankan nama sebenarnya, karena ini juga akan menjaga kenyamanan anda nantinya.

Satu hal yang sangat perlu diingat adalah dunia online adalah media yang paling tidak aman secara informasi, jadi berhati-hatilah selalu sebelum anda bertindak pada dunia online.

Jangan terlalu terbuka pada media pertemanan anda

He2.. ini juga sering terjadi pada banyak pengguna media pertemanan, di mana mereka terjebak pada sebuah situasi di mana kadang seseorang pengguna melaporkan atau menuliskan semua status yang terjadi pada kehidupan nyatanya ke dalam media pertemanan tersebut.

Memang ini jika dalam keadaan normal tidak akan berbahaya tapi bagaimana jika keadaan tidak seperti yang diinginkan :) jika seseorang tengah mengincar anda mereka bisa saja mengamati jejak online Anda, dan akan sangat mudah sekali jika orang yang diincarnya menuliskan semua kondisi termasuk keberadaannya dimedia pertemanan.

Jadi tetap hati-hati, karena media online bukan bicara tentang radius 1 kampung, tapi satu dunia jadi jangan sampai nanti kita terjebak pada situasi yang tidak diinginkan karena terlalu terbuka.

Terakhir…

Terakhir semoga tulisan ini bisa bermanfaat, karena ke depan media pertemanan akan kehabisan fungsi dan bisa jadi kebosanan menyebabkan orang bertindak diluar kebaikan jadi sebaiknya hati-hati selalu :)

Dan jika merasa bermanfaat silahkan share tulisan blog ini ke blog anda atau ke temen anda agar kita semua hati-hati.

]]>
http://www.orangit.com/2010/07/08/hati-hati-dropper-di-facebook-atau-media-pertemanan-lainnya.html/feed 10
Ini Media atau detektif? http://www.orangit.com/2009/07/22/ini-media-atau-detektif.html http://www.orangit.com/2009/07/22/ini-media-atau-detektif.html#comments Wed, 22 Jul 2009 07:52:58 +0000 Ahlul http://ahlul.web.id/blog/?p=620 Continue reading ]]> Huuuuuu…..

Barusan saya denger di Tipi bahwa ternyata Nurhasbi dan Nursaid yang beberapa hari ini terus dibicarakan dan menjadi tersangka oleh “media” ternyata semua itu salah. Polri sudah mengklarifikasikan bahwa DNA nya tidak cocok.

Nah, kok bisa media sampai bisa mengkait-kaitkan Nurhasbi dan Nursaid yang hilang dengan Pondok Pesantren Ngruki dan lain-lainnya….?

Dan anehnya banyak yang media mengklaim sepihak bahwa itu bom bunuh diri.. Lha polisi aja lagi selidiki kok medianya udah berspekulasi..

Aneh memang bebrapa media di Indonesia ini terkesan tidak profesional sebagai media, artinya yang disiarkan adalah berita atau info yang belum bisa dipastikan.

Makanya saya tulis itu media apa detektif…

Seharusnya media memang lebih menjernihkan suasana bukan memperkeruh.

Benar kata Humas Polri, media jangan sampai memberitakan yang aneh2.. biarkan polisi yang bekerja.. karena semakin tidak jelas berita yang beredar maka tentu berdampak buruk terhadap hal-hal lainnya.. misalkan kunjungan turis dan sebagainya..

Memang sebaiknya seperti yang juga banyak dirasakan oleh pemirsa yang saya perhatikan pada siaran Suara Anda, bahwa “Biarkanlah dulu pihak yang berwajib dan terkait menyelesaikannya”.

Fiuf media-media, saya lebih suka kalau media itu lebih banyak memberitakan hal positif, jangan negatif mulu.. coba perhatikan dari mana anak SD bisa tau solusi klo stress adalah gantung diri??… ya dari media.. Nah dari mana saat ini klo abis bunuh orang lebih baik dimutilasi biar menghilangkan jejak.. ya dari media..

Mungkin KPI harus lebih intens lagi mengatur media, kebebasan pers bukan berarti seperti ini… seharusnya dengan bebas pers semua masih jelas dan menjadi lebih baik, malah klo sekarang kebanyakan jadi lebih buruk dan keruh.. jauh dari yang diharapkan…

Fiuf… media media…

Saya himbau kepada semua saat ini jangan langsung termakan isu media, jadikanlah media sebagai pandangan terakhir sampai media bener-bener kembali ke jalan yang benar.. he2 :D

Silahkan berargumen di kolom komentar :D

]]>
http://www.orangit.com/2009/07/22/ini-media-atau-detektif.html/feed 1