Dilema Speedy, karena merasa dibutuhkan sering mengabaikan kualitas?

He2, speedy – speedy…

Memang seperti memakan buah simalakama, dimakan mati ga dimakan mati…

Begitulah yang kira-kira terjadi pada speedy, habis kemaren mati 3 hari :D

Dan sepertinya ini memang sering terjadi dulu begitu juga.

Dan setiap ditelepon kami akan memberikan potongan 2% pada abodemen jika tidak bisa connect lebih dari 3 hari..

Nah ya gimana ngganti, ini connectnya di hari ketiga :D akhirnya ya ga jadi nganti dunk.

Ditanya ke CSnya masalah nya itu keitu aja, suruh cek modem dan sejenisnya, jarangn yang bener2 membantu.

Soalnya dari pengalaman saya termasuk yang barusan mati 3 hari memang sungguh aneh karena sudah 3 hari masalahnya statusnya masih dalam pengecekan, dan yang bohongnya semuanya mengatakan nanti akan datang teknisi kerumah anda @-) duh dah tak tungguin ga datang-datang juga…

————————

He2.. nah begitu lah potret dinegara kita, temen ada yang diluar negeri itu main di deket stasiun sambil nunggu kereta aja gratis dengan kecepatan yang sungguh jauh jika kita bayangin dari indonesia…

Saat nya kita juga mereformasi sistem,
dulu kenapa mahal, oklah.. insfrastruktur.. masuk akal jika itu dijadikan alasan…

Nah ditengah saat sekarang ini dimana hampir insfrastruktur sudah terbangun lumayan… kok internet masih mahal dan qualitas masih jauh dari memadai…

——

Ini memang harapan, but berharap terjadi dimasa depan :D

——

Alhamdulillah, speedynya dah idup.. (yang penting bersyukur aja :p)

Sampai Lupa kalau lagi Gempa @-)

Hui hui hui :D

Barusan gempa sepertinya di pulau jawa dan lumayan lama.

Tapi anehnya baru tau bebebrapa puluh detik kemudian, awalnya cuma mikir kok ini pusing lagi sampai perasaannya goyang-goyang. Trus lagi-lagi natapin layar laptop, wah kok tambah pusing perasaannya :D n makin goyang-goyang.

Akhirnya saya berdiri dari kursi panas, tak perhatikan meja walah iya rupanya GEMPA :D

Wakakakak.. itu saking biasanya pusing ga tau kalau ada gempa :p

Kasus Prita, Pelajaran Bagi kita semua

Kasus Prita yang saat ini tengah panas-panasnya malah mengalahkan berita tentang Manohara yang seminggu lalu sempat sering terdengar di telinga.

Hal yang terjadi pada prita ini sempat juga mendapat perhatian CapRes Megawati dan Yusuf Kalla, ada yang unik juga di sini.. pertama jelas saat ini siapapun yang akan berkasus bisa saja mencuat ke permukaan dikarenakan memang para capres ingin memperlihatkan kedekatan dengan rakyat.

Sebelum lanjut ada yang salah juga saya rasa dalam permintaan megawati, karena beliau seperti yang saya dengar meminta agar prita langsung dibebaskan. padahal tentu seharusnya karena kita negara hukum harus diselesaikan sampai tuntas, yang penting harus adil, bisa saja nanti malah prita yang menang. Berbeda dengan pernyataan kalla yang intinya meminta agar persidangan dilakukan dengan adil.

Apakah ini terkesan mengkebiri pendapat?

Saya rasa salah juga, ada yang perlu kita pilah lagi di sini, seperti yang adik saya bilang, Ahlul Badrito Resha, “Ada pameo sebuah hukum tentang pandangan keadilan, semakin adil sebuah hukum itu semakin banyak benturan dan perasan ketidak adilan tersebut”.

Yang saya maksdkan di sini adalah hukum yang mengatur agar kita terlindung dari pencemaran nama baik itu harus ada, bisa kita bayangkan kalau peraturan itu tidak ada, bisa jadi semua orang gampang saja melakukan pencemaran nama baik.

Jadi di sini saya rasa bukan perihal hukumnya yang salah, tapi sesuai yang diberitakan bahwa yang salah itu adalah proses dan yang memprosesnya.

Prita seharusnya bisa lebih mujur

Ada hal di sini yang juga harus kita perhatikan bahwa seharusnya Prita bisa memenangkan perkara dengan menuntut balik di awal pihak rumah sakit jika memang merasa dirugikan. Dan jika memang terbukti benar malah ini akan lebih elegan dan lebih jitu untuk memberitahukan ketidak profesionalan Rumah Sakit.

Jadi memang jika tidak runtut dengan prosedur yang seharusnya malah akan salah jadinya.

Diperlukan kehati-hatian

Lakukanlah fakta terbalik, jika anda merasa apa yang akan anda sampaikan akan menyakitkan hati sebaiknya jangan dilakukan.

Kalau saya lihat memang ada redaksi kata prita yang saya rasa diluar curahan hati, karena berisi ajakan dan kata-kata yang memang bisa mengarahkan ke pencemaran nama baik

Jadi memang kita harus hati-hati menyampaikan sesuatu karena semua berlaku pada semua pihak, jadi jangan hanya kita memandang pada pihak prita tapi juga pihak rumah sakit, agar nanti kita lebih fair juga memandangnya.

Jadi untuk para netter yang akan berpendapat harus be a human juga, artinya jangan selalu artikan anda hanya ada di dunia maya dan tanpa aturan, hal ini dikarenakan dunia maya juga bisa diartikan hanya jembatan jadi tetap yang berinteraksi adalah antar manusia.

Hikmah kasus prita

Mungkin hikmah di sini adalah

  • kita harus hati-hati dalam bertindak dengan arti bukan dikarenakan pengkebirian tapi dikarenakan memang agar kita tidak sampai bertindak diluar kepatutan
  • jika anda tersandung hukum jangan sampai patah arang, mungkin memang butuh publikasi jika seandainya merasa tidak adil
  • kita juga harus mengawasi setiap hukum yang berjalan, maklum yang dibalik putusan hukum juga manusia