Kasus Prita, Pelajaran Bagi kita semua

Kasus Prita yang saat ini tengah panas-panasnya malah mengalahkan berita tentang Manohara yang seminggu lalu sempat sering terdengar di telinga.

Hal yang terjadi pada prita ini sempat juga mendapat perhatian CapRes Megawati dan Yusuf Kalla, ada yang unik juga di sini.. pertama jelas saat ini siapapun yang akan berkasus bisa saja mencuat ke permukaan dikarenakan memang para capres ingin memperlihatkan kedekatan dengan rakyat.

Sebelum lanjut ada yang salah juga saya rasa dalam permintaan megawati, karena beliau seperti yang saya dengar meminta agar prita langsung dibebaskan. padahal tentu seharusnya karena kita negara hukum harus diselesaikan sampai tuntas, yang penting harus adil, bisa saja nanti malah prita yang menang. Berbeda dengan pernyataan kalla yang intinya meminta agar persidangan dilakukan dengan adil.

Apakah ini terkesan mengkebiri pendapat?

Saya rasa salah juga, ada yang perlu kita pilah lagi di sini, seperti yang adik saya bilang, Ahlul Badrito Resha, “Ada pameo sebuah hukum tentang pandangan keadilan, semakin adil sebuah hukum itu semakin banyak benturan dan perasan ketidak adilan tersebut”.

Yang saya maksdkan di sini adalah hukum yang mengatur agar kita terlindung dari pencemaran nama baik itu harus ada, bisa kita bayangkan kalau peraturan itu tidak ada, bisa jadi semua orang gampang saja melakukan pencemaran nama baik.

Jadi di sini saya rasa bukan perihal hukumnya yang salah, tapi sesuai yang diberitakan bahwa yang salah itu adalah proses dan yang memprosesnya.

Prita seharusnya bisa lebih mujur

Ada hal di sini yang juga harus kita perhatikan bahwa seharusnya Prita bisa memenangkan perkara dengan menuntut balik di awal pihak rumah sakit jika memang merasa dirugikan. Dan jika memang terbukti benar malah ini akan lebih elegan dan lebih jitu untuk memberitahukan ketidak profesionalan Rumah Sakit.

Jadi memang jika tidak runtut dengan prosedur yang seharusnya malah akan salah jadinya.

Diperlukan kehati-hatian

Lakukanlah fakta terbalik, jika anda merasa apa yang akan anda sampaikan akan menyakitkan hati sebaiknya jangan dilakukan.

Kalau saya lihat memang ada redaksi kata prita yang saya rasa diluar curahan hati, karena berisi ajakan dan kata-kata yang memang bisa mengarahkan ke pencemaran nama baik

Jadi memang kita harus hati-hati menyampaikan sesuatu karena semua berlaku pada semua pihak, jadi jangan hanya kita memandang pada pihak prita tapi juga pihak rumah sakit, agar nanti kita lebih fair juga memandangnya.

Jadi untuk para netter yang akan berpendapat harus be a human juga, artinya jangan selalu artikan anda hanya ada di dunia maya dan tanpa aturan, hal ini dikarenakan dunia maya juga bisa diartikan hanya jembatan jadi tetap yang berinteraksi adalah antar manusia.

Hikmah kasus prita

Mungkin hikmah di sini adalah

  • kita harus hati-hati dalam bertindak dengan arti bukan dikarenakan pengkebirian tapi dikarenakan memang agar kita tidak sampai bertindak diluar kepatutan
  • jika anda tersandung hukum jangan sampai patah arang, mungkin memang butuh publikasi jika seandainya merasa tidak adil
  • kita juga harus mengawasi setiap hukum yang berjalan, maklum yang dibalik putusan hukum juga manusia

Facebook Dilarang di Ponpes se-Jawa Timur? Hmm, ga ada yang salah..

Tadi ga sengaja baca di Blog temen tentang ada fatwa pelarangan Facebook dari ulama se-Jawa Timur.

Hmmm, saya akhirnya mendalami lagi kasusnya dan saya temukan di Jawa Pos bahwa memang ada larangan terhadap penggunaan Facebook jika digunakan untuk PDKT (pacaran) dan Gosip.

Jadi saya rasa itu sama sekali tidak masalah, karena toh juga untuk kebaikan.. pun kalau kita paham agama memang pacaran ma gosip juga dah haram kan. Jadi ga pa2 ada penegasan ulama saja.

So, ga ada yang perlu diributkan dalam hal ini.

Satu hal yang perlu kita ketahui adalah sering sekali kita hanya memprotest sesuatu tanpa menelaah lebih detail.

Dan sungguh salah saya rasa jika umat memprotes ulamanya @-)

Berikut ada hal yang ingin saya utarakan pada siapa saja yang ingin memprotes sebuah fatwa atau keputusan ulama atapun aturan Islam lainnya adalah:

  1. Media sering sekali menyampaikan bagian yang menjadikan semuanya lebih panas, sehingga kadang masyarakat tidak mengetahui Intinya. Jadi mohon ditelaah dulu dari berbagai sumber terutama dari majalah atau informasi Islam yang lebih  kredibel. Karena sungguh tidak etis apabila orang umum menyanggah ijtihat ulama.
  2. Selalu mencari sisi kebaikannya pertama, jadi jangan langsung cuap2 tidak menentu karena tidak ada aturan yang dibuat untuk hal yang tidak baik.
  3. Jika menyanggah sesuatu fatwa itu sampaikan langsung ke ulama, dan disampaikan dengan argumen.. dan ingat anda yang ingin berargumen juga orang yang rajin Ngaji, hapal quran, hapal hadis, dan memang senantiasa hidup ga gono-gene… kalau sudah ga bener jalan hidupnya lebih baik diam.. toh kadang yang cuap2 itu justru mereka yang sedang melakukan kesalahan tersebut dan setannya lebih menguasai hatinya daripada dirinya sendiri sehingga susah untuk menerima kebenaran.
  4. Mohon maaf, tapi jika anda bukan Islam lebih baik tidak ikut berkomentar.. karena ini merupakan ruang lingkup Islam khususnya jadi tidak baik juga jika dibahas oleh non Islam. Jika anda masih tertarik untuk menelaah.. satu hal yang perlu diingat setiap aturan adalah demi kebaikan, nah itu yang perlu anda ketahui sebelum menalaah, dan saat menelaah temui sumber yang jelas keIslamaannya jangan orang yang ga pernah ngaji yang ditanyai.

Jadi memang diperlukan suatu penelaahan yang bijak dalam hal ini. Jangan termakan berita yang kadang sering cuma memanas-manasi aja.

Bijaklah anda, toh semua aturan demi kebaikan anda. Jika anda merasa keberatan dilarang pacaran dan semacamnya, mungkin karena anda belum punya keluarga.. nah coba anda bayangkan anak anda yang berpacaran nantinya dan tanpa anda ketahui anak anda terjebak pada seks bebas dan anda terpaksa menerima cucu anda diluar pernihakahn, nah gimana? Kalau anda berpikir saya yakin anda sadar, but kalau ga.. ya sudahlah toh kewajiban saya sebagai manusia mengingatkan. Yang ngasih hidayah juga yang di Atas.

Sip, kesimpulannya “jan asa maambua se jadi urang”, he2 maksdnya jangan asal bunyi aja.. kita manusia punya pikiran yang bisa diputar untuk memikirkan secara mendalam masalahnya dan dari sisibaiknya.. kalau asal bunyi aja sama aja kayak non-manusia yang tidak pernah memikirkan sesuatu (karena memang ga punya otak seperti manusia) jadi langsung bertindak aja tanpa analisa terlebih dahulu.

Fiuf #:-S mudah-mudahan umat Islam sadar semuanya.. baliklah ke Alquran & Hadits.. itu pegangan anda, jika tidak berarti anda telah lepas dari pegangan dan siap-siaplah menjadi bulan-bulanan dunia ini…