SBY-Budiono, akankah Budiono manut-manut saja jika terpilih?

Hmmm.. pertama mohon jangan dikatakan ini menjelek2an SBY, ingat ini opini saya, so jika ada yang mendukung beraarti mereka juga mempunyai opini yang sama, jika ada yang menolak berarti opini kita berbeda.

Ini merupakan posting kedua saya tentang SBY, umumnya posting-posting ini muncul setelah saya berdiskusi dengan teman-teman.

Kali ini saya lagi-lagi menyikapi kombinasi SBY dan Budiono, judul yang saya maksudkan di atas adalah sebuah pertanyaan bagi saya pribadi.

Kita sama-sama mengetahui bahwa SBY memilih Budiono, dan Budiono tidak didukung oleh kekuatan politik.. saya takutnya nanti ada power terarah ke satu sisi saja, karena kalau misal saya memilih seseorang pasti setidaknya orang itu segan sama saya dan harus mengikuti setiap perintah saya.

Nah ini yang saya kurang yakin, walau mungkin saya sebagai simpatisan PKS yang harus ikut keputusan majelis suro, tapi ada hal-hal dasar yang masih menyebabkan saya tidak tertarik untuk memilih SBY, mungkin secara partai no problem namun secara pribadi pandangan saya agak tidak sesuai dengan keputusan SBY, sehingga tentu sebagai warga negara yang punya hak pilih bebas menentukan kemana saya akan memilih.

Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan saya:

  • Sepertinya pemerintahan sekarang terkesan tertindas selalu, apakah ini sebuah strategi agar mendapat simpati ataukan memang keadaannya begitu?
  • Kenapa SBY tidak memilih seseorang dari partai?
    Nah ini yang menjadi pertanyaan besar juga bagi saya, kenapa. Tidak mungkin karena tidak ada orang yang lebih bagus dari boediono. Apakah ini dikarenakan agar tidak ada intrik antar presiden dan wakil nantinya sehingga setiap putusan dan tindakan akan bisa diputuskan satu orang? Atau wakil presiden jika dari parpol akan tertarik jadi presiden di pemilu yang akan datang?

Nah gimana pak SBY, bagaimana jika anda bs mampir di sini dan menjawab pertanyaan2 saya tersebut.