Tadi ga sengaja baca di Blog temen tentang ada fatwa pelarangan Facebook dari ulama se-Jawa Timur.
Hmmm, saya akhirnya mendalami lagi kasusnya dan saya temukan di Jawa Pos bahwa memang ada larangan terhadap penggunaan Facebook jika digunakan untuk PDKT (pacaran) dan Gosip.
Jadi saya rasa itu sama sekali tidak masalah, karena toh juga untuk kebaikan.. pun kalau kita paham agama memang pacaran ma gosip juga dah haram kan. Jadi ga pa2 ada penegasan ulama saja.
So, ga ada yang perlu diributkan dalam hal ini.
Satu hal yang perlu kita ketahui adalah sering sekali kita hanya memprotest sesuatu tanpa menelaah lebih detail.
Dan sungguh salah saya rasa jika umat memprotes ulamanya @-)
Berikut ada hal yang ingin saya utarakan pada siapa saja yang ingin memprotes sebuah fatwa atau keputusan ulama atapun aturan Islam lainnya adalah:
- Media sering sekali menyampaikan bagian yang menjadikan semuanya lebih panas, sehingga kadang masyarakat tidak mengetahui Intinya. Jadi mohon ditelaah dulu dari berbagai sumber terutama dari majalah atau informasi Islam yang lebih kredibel. Karena sungguh tidak etis apabila orang umum menyanggah ijtihat ulama.
- Selalu mencari sisi kebaikannya pertama, jadi jangan langsung cuap2 tidak menentu karena tidak ada aturan yang dibuat untuk hal yang tidak baik.
- Jika menyanggah sesuatu fatwa itu sampaikan langsung ke ulama, dan disampaikan dengan argumen.. dan ingat anda yang ingin berargumen juga orang yang rajin Ngaji, hapal quran, hapal hadis, dan memang senantiasa hidup ga gono-gene… kalau sudah ga bener jalan hidupnya lebih baik diam.. toh kadang yang cuap2 itu justru mereka yang sedang melakukan kesalahan tersebut dan setannya lebih menguasai hatinya daripada dirinya sendiri sehingga susah untuk menerima kebenaran.
- Mohon maaf, tapi jika anda bukan Islam lebih baik tidak ikut berkomentar.. karena ini merupakan ruang lingkup Islam khususnya jadi tidak baik juga jika dibahas oleh non Islam. Jika anda masih tertarik untuk menelaah.. satu hal yang perlu diingat setiap aturan adalah demi kebaikan, nah itu yang perlu anda ketahui sebelum menalaah, dan saat menelaah temui sumber yang jelas keIslamaannya jangan orang yang ga pernah ngaji yang ditanyai.
Jadi memang diperlukan suatu penelaahan yang bijak dalam hal ini. Jangan termakan berita yang kadang sering cuma memanas-manasi aja.
Bijaklah anda, toh semua aturan demi kebaikan anda. Jika anda merasa keberatan dilarang pacaran dan semacamnya, mungkin karena anda belum punya keluarga.. nah coba anda bayangkan anak anda yang berpacaran nantinya dan tanpa anda ketahui anak anda terjebak pada seks bebas dan anda terpaksa menerima cucu anda diluar pernihakahn, nah gimana? Kalau anda berpikir saya yakin anda sadar, but kalau ga.. ya sudahlah toh kewajiban saya sebagai manusia mengingatkan. Yang ngasih hidayah juga yang di Atas.
Sip, kesimpulannya “jan asa maambua se jadi urang”, he2 maksdnya jangan asal bunyi aja.. kita manusia punya pikiran yang bisa diputar untuk memikirkan secara mendalam masalahnya dan dari sisibaiknya.. kalau asal bunyi aja sama aja kayak non-manusia yang tidak pernah memikirkan sesuatu (karena memang ga punya otak seperti manusia) jadi langsung bertindak aja tanpa analisa terlebih dahulu.
Fiuf #:-S mudah-mudahan umat Islam sadar semuanya.. baliklah ke Alquran & Hadits.. itu pegangan anda, jika tidak berarti anda telah lepas dari pegangan dan siap-siaplah menjadi bulan-bulanan dunia ini…