Sepertinya sudah lama saya tidak menulis artikel serupa dalam beberapa tahun terakhir :p Karena akhir-akhir ini saya lebih terfokus pada pekerjaan yang berbasis web sehingga kemampuan pemograman desktop software sudah lama tidak saya dalami. Oleh karena itu ada baiknya software anti porno yang lama untuk sementara jangan dipakai dulu
Nanti saya rencananya jika sudah ketemu kode sumbernya saya akan jadikan open source
(he2 lupa dimana source codenya, kemungkinan di komputer lama)
OK, lanjut ke point berikutnya.
Pemblokiran menggunakan DNS
Apa itu DNS? DNS merupakan singkatan dari Domain Name System, yang berarti system yang menterjemaahkan nama domain menjadi IP. Hal ini dikarenakan pada dasarnya nama domain pada akhirnya adalah nomor IP.
Pada prinsipnya semua komputer pasti bertanya terlebih dahulu ke DNS Server saat kita mengakses domain, dan menanyakan ada di IP berapa domain tersebut.
Hal inilah yang saya manfaatkan sebenarnya pada software anti porno, dengan menjelaskan ke pada komputer bahwa domain porno dialihkan ke IP local. Atau dengan kata lain mem-bypass alur DNS server.
Pada keadaan default, umumnya DNS server pada komputer sudah terkonfigurasi otomatis saat terkoneksi dengan internet. Karena sudah disediakan oleh jaringan yang dipakai.
Nah jelas bahwa prinsipnya sudah jelas
dengan cara melakukan penyaringan terhadap situs porno maka kita bisa memanfaatkan DNS Server untuk mengatasi masalah situs porno tersebut.
Bagaimana menggunakan DNS Server?
Pada dasarnya sangat mudah sekali menggunakan DNS server ini.
Berikut saya contohkan penggunaannya pada:
- Windows XP
- Windows 7
- Linux
- Router