SBY, bukan pahlawanku lagi

Catatan ini merupakan catatan pribadi saya, berasal dari pribadi saya dan tidak ada kaitannya dengan partai atau organisasi apapun. Menurut saya wajar-wajar aja seorang warga melihat dan mengkritik seorang calon presidennya (ingat SBY pada posting ini bukan diposisikan sebagai presiden tapi calon presiden.

Memang sepertinya memberikan gelar pahlawan dari diri sendiri terhadap orang lain yang dianggap telah memperjuangkan kita tidak bisa hanya dengan melihat awal pertempurannya saja, tapi memang harus diperhatikan semua sampai selesai bagaimana hasil yang terjadi.

SBY sebelumnya sempat saya banggakan, namun ternyata strategi dan pilihannya tidak sesuai dengan perkiraan saya bahkan jauh dari yang saya kira. Saya cukup heran dengan pernyataan  “jangan tergesa-gesa, kita tunggu saja waktunya”, bagaimana pak SBY? apakah ini strategi agar tidak dikomplain ataukah memang anda belum punya nama?

Secara logika dengan makin mepetnya waktu yang disediakan KPU untuk pendaftaran calon presiden tidak akan memberikan waktu atau kesempatan untuk memutar otak bagi para partai koalisi.

Memang kalau begini saya sebagai warga negara yang masih punya hak pilih mencoba mencari pilihan lain, karena yang lain masih tetap baik, walaupun yang saya anggap terbaik ternyata tidak bermain cantik lagi dimata saya fiuf…

Dan memang Pak Jendral, saya di sini meragukan kepemimpinan anda terhadap kehidupan berpartai ke depan..
Tapi entahlah, yang pasti ini kesan saya di awal jabatan anda, selanjutnya semoga anda akan kembali jadi pahlawan saya jika memang rakyat Indonesia kembali memilih anda.

Saya hanya berhadap pada Yang Kuasa agar negeri ini dipimpin oleh yang menjunjung kebaikan dan sedapat mungkin selalu berjalan sesuai aturanNya, semoga InsyaAllah.

Sekali lagi, bagi anda yang kontra tidak usah komentar, anda bisa tulis diblog anda dan tulis tentang apa yang ingin anda tulis terhadap ex-pahlawan saya tersebut. Yang pro silahkan komen, karena saya ingin lihat juga apakah ada yang sependapat dengan saya

17 thoughts on “SBY, bukan pahlawanku lagi

  1. bagaimanapun yg menjadi pimpinan tertinggi pada suatu jabatan harus bertanggung jawab … sayangnya di negeri ini tidak demikian … dengan mudahnya dapat menyalahkan pihak lain atau bawahanlah yang salah mengartikan perintah … hmmmmm

  2. He2.. sebenarnya sebelumnya saya menjagokan SBY 100% cuma setelah kejadian kemaren luntur semua (paling tidak untuk saat ini), saya berasumsi awalnya memang karena ingin tidak tergesa-gesa dan mengambil dari salah satu pihak koalisi ternyata tidak. Tentu ini sebenarnya tidak baik, seharusnya dari awal diajak berunding semua mitra koalisi sehingga masing-masing akan ada awktunya untuk berpikir, sedang sekarang pas udah mo final gimana lagi mo berpikir.. he2.. but semoga aja saya salah.. karena pun yang terpenting siapapun jadi pemimpin posisinya harus pro rakyat dan anti terhadap segala yang akan merugikan rakyat termasuk pun luar negeri yang terindikasi akan merugikan rakyat kita untuk masa yang akan lebih panjang… Semoga kedepan lebih baik..

  3. Menurut saya sih itu bukan strategi yang pengecut, karena para partai koalisi sudah tahu sejak awal bahwa yang menentukan siapa capres pendamping adalah SBY sendiri. Dan partai2 koalisi sendiri berulang kali menyatakan di media bahwa mereka akan mengikuti keputusan itu.

  4. Anda benar… meski ndak semuanya lho.
    Kebanyakan dari kita yang tahu dikit or banyak tentang apa yang terjadi didalam pemerintahan akan sangat sedih dan geram dengan kenyataan bahwa bertenggernya orang-orang yang menyatakan Saudara kita, kebanyakan ternyata berlaku jauh dari bahkan tanggung jawab digaji rakyat.
    Saya yakin, Anda banyak memahami meski tak ikut menggeluti cerita manajemen negeri kita, bahwa konsep keilmuan dan teori filosofis dan neraca keadilan hanya dijadikan tameng dan alih-alih bagi kerjasama mereka mengamankan diri dan prospek harta mereka.
    Pun fakta-fakta yang diusung oleh media elektronik perihal mereka yang ‘kurang’ tak membuat calon-calon penguasa itu trenyuh dan merasa paling bertanggung jawab, lebih mending mikir bagaimana menipu dan meraup suara. He he he bahasanya seperti ngeluh tapi ndak lho, ini bahasa sarkas tapi prihatin, karena saya juga tenggelam didalamnya.
    Pada akhirnya, menurut saya, kita dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menusuk hati, bergandeng dengan golput atau menyerahkan hati kita pada pilihan buruk diantara yang lebih buruk.

    • Yup, memang plihan sekarang golput atau tetap memilih. But mungkin saya tetap memilih salah satu calon yang masih memungkinkan dan tidak lagi memilih yang mengecewakan. Ckckck.. padahal ga pernah terlintas untuk beralih kepada yang lain, cuma ya gitu .. aspirasi temen dekatnya aja ga digubris (parpol koalisi) apalagi rakyat (moga2 aja anggapan saya salah)…

      Jadi yang terkesan oleh saya itu beliau di depan rakyat seolah merasa yang paling dizalimi namun terhadap teman politiknya malah berbuat sebaliknnya,, nah gimana tuh.

      Klo tim sukses SBY atau Pak SBY sendiripun ga sengaja baca tulisan or komentar ini coba yakinkan kami yang sedang berpaling dari anda apa jawaban anda terhadap pertanyaan2 kami ini.

  5. yupz. disadari atau pun tidak, mengulur-ulur waktu tersebut telah menimbulkan banyak kebingungan bagi rakyat, dan faktanya adalah adanya konflik internal di parpol lain (disengaja ato tidak ya itu?).

    kalo memang sudah seperti itu, apakah ada kata lanjutkan bagi kita untuknya????

  6. kalo menurut aku,SBY boleh siapa aja memilih wakil’y,siapapun tu orang nya yang penting dia cocok za duet sm presiden hehehehe,walaupun bukan dari golongan apapun yang penting bisa memajukan indonesia.kita hanya bisa menilai setelah masa jabatannya seleseai bukan dari awal.
    duh jd ikutan ngbahas ni tadinya iseng2 nyari update nya film naruto yang 110 hehehe.mkasih y

    • Ho oh, bener sih tergantung si SBY cuma ada yang menjadi pertanyaan kenapa kalau yang namanya koalisi atau kongsi pasti seharusnya diajak berunding. Jadi apa gunanya jika tidak diajak berunding sipartai koalisi. Jadi indikasi ini juga akhirnya memunculkan indikasi beragam dari berbagai pihak selain yang saya sebutkan diatas juga saya mendengar bahwa SBY sepertinya enggan memilih salah satu dari partai karena takut nanti ketika dia besarkan karena dipilih sebagai WapRes akan menjadi lebih besar dan bisa bersaing dengannya menjadi Capres di pemilu yang akan datang (kalau ternyata bener ini sepertinya ketakutan yang berlebihan)… whatever lah saat ini ga simpatik juga sama sby :D

      Oh ya mas pajar nih narutonya klo lum dapat: http://ahlul.web.id/blog/2009/05/22/naruto-shippuden-110-direct-download-flv-mkv-rmvb.html (pilih flv aja dulu)

    • yang pasti sekarang partai koalisi masih mendukung sby. berarti semua tindakan sby masih sejalan dengan partai2 koalisinya meskipun tidak ada yang di pilih menjadi wakil presiden dari partai koalisi itu.. yang ga setuju berarti cuma bapak doank..

  7. maaf mas saya jg msh kurang banyak menyimak berita2,tapi bukan kah selama ini sebelumnya misalkan dari PKS wakilnya dah mengunjungi SBY sebelum2nya sebelum isu bahwa budiono bakal terpilih jd wapres pendamping sby?ya cm keputusannya blm di kasih tau or dirundingkan.saya jg pertama merasa aneh ko knapa g dari PKS za?tapi setelah di cermati ada beberapa kemungkinan dan saya berfikir mungkin SBY merasa kurang cocok za?tp saya ga tau kenapa,cuma SBY za yang tau kenapa?
    klo ttg wapres lebih terkenal dibandingkan presidennya menurut saya agak kurang bener?saya kroscek dari kepemimpinan sby&jk hampir di masyarakat INDO semuanya memberi acungan jempol Pd sby?kec waktu BBM naek,ya mo gmn lagi harga minyak dunia jg naik.
    o y mas trimakasih info download narutonya,maaf bila kata2 saya ada yang g berkenan ya sekedar menyalurkan aspirasi za,semuanya tergantung dari masyarakat menilai’y.heehehe
    ya kita tunggu za siapa yang memimpin indonesia untuk sekarang,sipapun itu yang penting dia mau membawa indonesia maju kita dukung terus,mau SBY,JK,mega atau siapapun.

  8. Walaupun bny dr suadara yg kontra dgn sikap pak sby,
    Coba fikirkan lg dgn nasib rakyat ketika si MEGA menjabat,
    Apa yang terjadi?
    Perubahan apa yg terjadi?
    Mana lbh buruk dgn ketika pak sby yg menjabat.
    Jd semua itu udh di fikirkan dgn matang oleh pak sby,
    Kenapa dia memilih pak budiono..
    Iya dgn hati yg bersih,
    Saudara2 jg bisa menjawabny….
    Hehe forum mas ahlul kok bisa jd ajang aspirasi rakyat yak !!!??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>