Kemaren ada yang nyeletuk saat saya meengomentari khutbah Jumat yang menurut saya bagus dan Saya posting.. orangnya bilang “Mas Ahlul ada baiknya mas Ahlul cuma posting ttg komputer ajah”.

He2.. ya saya bilangin saya idup bukan di dalam komputer atau internet saja, saya punya kehidupkan lain yang saya rasa lebih penting dari Internet dan seisinya, dimana saya bisa merasakan makan itu enak dan tidur itu nyenyak..

Nah jadi semoga yang lupa saking lamanya memplototin layar monitor sehingga lupa dunia yang sebenarnya saya cuma mo bilang “Sadar ui…”.

-

Mohon dibaca sebelum meneruskan:
Bagi anda yang memang berinisiatif untuk golput mohon agar memposisikan anda dipihak ketiga dan seakan-akan tidak pernah terlibat masalah, sehingga anda akan lebih netral dan bisa dengan lebih fokus merenungkan apa yang akan anda baca :)

logo-pemilu

Sip sekarang kita back to topic, memang bukan topik tentang komputer tapi ini penting bagi kita.

Mengapa kita harus memilih?

Sebenarnya jawabannya sangat simple atau sangat sederhana.. karena nasib Indonesia 5 tahun ke depan ada pada kita.

Tugas kita saat ini adalah mencari yang terbaik, sehingga kesalahan-kesalahan yang tidak kita inginkan tidak terjadi lagi.

Kalau kita tidak memilih dan terpilih orang-orang yang tidak amanah, hayo gimana?

Saya yakin dari sekian banyak caleg mata hati kita bisa tau yang baik, kecuali memang selama ini kita sendiri tidak peduli terhadap keadaan bangsa ini, dan baru berkomentar ketika ada sesuatu kebobrokan terjadi tanpa pernah berpartisipasi untuk mengatasi kebobrokan tersebut.

Fatwa MUI sudah bilang golput haram, ga takut?

Ups.. jangan mikir yang macam-macam dulu.

Ingat lho kita harus benar-benar full menangkap apa yang dimaksudkan dalam fatwa itu. Cuma gara2 media kita dijadikan ancur lebur pemahamannya.

Yang dimaksudkan tersebut adalah: “Jika kita merasa masih ada caleg atau pemimpin yang baik akhlaknya dan secara garis besar memperjuangkan Islam, maka kita wajib memilihnya”.

Nah perhatikan dibagian yang saya miringkan, jadi kalau menurut hati anda setelah anda berusaha mencari dan tidak menemukan caleg atau bakal pemimpin yang baik ya berarti anda tidak wajib memilih.

Jadi sama sekali tidak memaksa bukan? Karena itu tergantung mata hati masing-masing.. klo sudah mencari tidak juga menemukan berarti fatwanya batal untuk anda.. tapi jika anda tidak mau tau dan tidak mencari???? ya up tu yu.. hi2..

Satu lagi saya ingin sekali menyampaikan, jangan lah anda terpancing media yang membahas masalah agama seenaknya, masalah agama tidak bisa diatur oleh media.. dalam agama khususnya Islam yang saya maksud sudah ada ketentuan atas sesuatunya. Jadi tidak cocok dibawa ke ranah publik.

Ada alim ulama yang berhak untuk mencari solusi jika ada yang memang harus ditentukan aturannya.

Saya tidak menemukan yang cocok?

He2 saya sangat yakin, bukan tidak menemukan.. tapi kadang kita yang ga mau tau..

Jika memang kita ingin negara ini baik, mari berpartisipasi carilah pemimpin yang terbaik atau perwakilan anda yang terbaik.

Ah pokoknya saya ga mau!!

Hi2.. ini kebanyakan jawaban kalau orangnya ga tau mo jawab apalagi kenapa mereka tidak mau memilih.

Saya sangat yakin banyak diantara kita yang suka berkomentar ketika menyaksikan masalah, tanpa jarang mengikuti masalah itu sendiri dari awal.

Sehingga ketika orang menyerukan golput .. kita juga ikut-ikutan.. padahal kosekuensinya ya nanti kita juga yang nanggung..

Golput atau tidak anda, pemilu akan tetap berlangsung.

Kenapa tidak kita ikuti aja dan kita berpartisipasi dan temukan yang terbaik.. pasti ada yang terbaik jika kita juga berusaha menemukannya.

Ok, klo gitu mas Ahlul kok pingin banget milih?

Saya merasa wajib memilih karena saya ga mau daerah saya dikuasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini Alhamdulillah di daerah saya para siswa mulai SMP sudah diwajibkan pakai celana panjang, dan wanita muslimah sudah diwajibkan pakai kerudung.

Setiap pagi anak SD diwajibkan untuk menghapal Asmaul Husna.

Dan seluruh sekolah saat ini setiap Kamis dan Jumat sudah diwajibkan untuk mengadakan extrakurikuler keagamaan.

Nah coba saya ga ikut dan terpilih orang-orang yang akan membubarkan semua itu.. duh bisa berdosa saya karena telah memberikan peluang kepada kebatilan untuk berdiri…

————————–

Nah saya sangat mohonkan kita jangan asal komentar aja di sini nanti ya :) saya tidak mengharapkan halaman ini dipenuhi komentar karena ini sebuah perenungan bukan ajang cari pagerank atau ke index google or semacamnya.

Semoga sedikit dari saya ini bisa memberikan pandangan yang baik pada yang membacanya.

Salam,

Related posts:

  1. Yuk panggil mereka "VM: bajingan"
  2. Mari putuskan pesan berantai…!!!!!!!!
  3. Hu hu.. gimana sih orang-orang ada ikut campur
  4. Pulang kampung tetap YM-an
  5. K9 Webprotector

15 Responses so far.

  1. Itulah demokrasi, mbahnya sang empu demokrasi bangsa amerika udah di ambang kehancuran karena prinsip tanpa agama. Sistem riba yg mrk pakai, kapitalis, sosialis yg mengabaikan agama telah menghancurkan mrk sendiri.
    Akankah kita berkiblat kpd bangsa kafir yg sudah di ambang kehancuran.

  2. Mas azzam, gini mas :) Kalau kita ga merobahnya akan tetap seperti yang mas bilang itu… Makanya kita pilih orang yang akan merobahnya biar ga kiblat lagi ke amrik. Ga ketemu orangnya? Ah masak.. saya punya banyak malah caleg yang punya kriteria seperti itu..

  3. didiet says:

    posisi saya adalah sebagai “dipihak ketiga” bukan golput tapi emang ngak mesti harus aku memilih… sebab aku ngak percaya SAMA NAMA NYA CALEG ::: habis penipu semua MAS!!!!
    kita semua tau mereka itu cuma ingin cari Tunjangan, gaji dan Pasilitas yg di manjakan negara untuk mereka.
    DAN yang paling mungkin …….ingin memperaktik kan ILMU BAGAIMANA CARA BER-KORUPSI DENGAN AMAN dan BAIK , dengan mendownload file, Source Code dan file RMP dari gedung KPK………

    juga bukan nya terbalik mas,… kita ikut dapet poin Dosa mas kalo yang kita pilih ternyata melakuin KORUPSI , PENZINAHAN, dan BERKESAKSIAN PALSU…

  4. Iya mas didit :) bukannya itu semua terjadi karena salah memilih?
    Makanya saya di postingnya nulis carilah yang terbaik.

    Saya rasa yang golput itu hanya terfokus pada beberapa kasus anggota dewan saja, dan tidak mencari caleg yang bersih saat ini.

    Mana tau 1 suara masnya jika digunakan untuk yang baik bisa merubah bangsa ya ga. Dan bisa juga ketidak ikutan 1 suara saja bisa meruntuhkan bangsa, ya ga..

  5. Ya mas kita memang harus memilih, dan GOLPUT BUKAN PILIHAN..DUKUNG PEMILU 2009

  6. adriyant says:

    “Jika kita merasa masih ada caleg atau pemimpin yang baik akhlaknya dan secara garis besar memperjuangkan Islam, maka kita wajib memilihnya”. Kutipan ini yang jadi tertawaan bagi orang2 non Muslim pada kita karena Partai Islam Aja Udah terpecah belah….perubahan apa yang akan kita bawa sedangkan suara kita aja udah dipecah belah, Nah..paling2 kita milih partai itu2 aja yang udah pernah terpilih sejak indonesia ini berdiri…dan bukan dari partai islam….! Kecuali partai2 islam itu merapikan Saf dan meluruskan niat untuk bangsa ini….Allahualam….

  7. Dewa says:

    Sayangnya, KPU belum beres kerjanya. Suara saya hampir “hilang” akibat pendataan yang tidak beres, hiks

  8. nankment says:

    wah jadi ter enyuh hatiku hehe tapi apalah daya hidup di perantauan gak ada ktp gak bisa contreng hihi

    masak gara gara mau contreng harus mudik dan tingalkan kuliah
    “gimana kalau seperti ini ” ?

  9. Untara says:

    eheh …
    Pemilu kali ini saya gak golput kang …

    Untungnya bokap ‘dicalonkan’ (baca -dicalonkan beda dengan mencalonkan diri), jadi ya ‘terpaksa’ habis ini ikutan men centang (bukan contreng) ..

    siapa lagi orang yang bisa dipercaya selain bokap yang sudah mendidik saya tentang ‘ilmu hidup’ selama ini? kalo caleg caleg yang lain mah … lewat .. next .. next .. gak kenal juga ..

    tapi saya berdoa juga .. smoga bokap gak kepilih (lho???) habis kasian ntar kalo kepilih … mikirin rakyaaattt lageee … kapan istirahatnya beliau?

    *nah lho kalo gini .. sama aja saya golput donk ya?* hehehehh!!

  10. ryan says:

    ho ho ho…. yang dipost mas Alul mah okey dokey…
    cuman… saya juga ndak mau over minuz optimiz lho…
    kali ini lagi musim kita yang “berusaha tuluz” musti byk2 istighfar atas kondisi negeri ini.

  11. bmg says:

    assalamu’alaykum,

    Mas Ahlul, mas Ahlul khan orang orang yang ahli alias pintar.
    Kalau mas Ahlul pro demokrosi , apakah mas yang pintar ini suaranya mau disamakan dengan tk.becak, kuli bangunan, PSK, atau yang lainnya (yang tidak pantas suaranya ) untuk menentukan nasib negara ini ?

    dalam menentukan Fatwa haram misalnya, pornografi atau yang lainnya. bagaiman suara 3 kyai dengan 3 orang ahli maksiat ? mana yang menang ?

    Masalah ekonomi, Pakar ekonomi ada berapa sih mas katakanlah 20 dicalonkan, kalau Tukang-2x yang tidak perduli soal ekonomi jumlahnya 21 saja, mana yang menang,
    apa iya orang tdk sekolah asal 17/ktp suaranya disamakan dengan orang yang bergelas Prof. Dr. (kira-kira di negara ini banyakan mana).

    Janganlah kita mengikuti kaum yahudi yang sengaja memaksakan asas demokrasi.

    coba bagimana kita melihat sekarang mereka pro dengan orang atau partai tertentu, tidak lama kemudian mereka turun ke-jalan wanita disuruh baris-berbaris bw anak diajak untuk menghujat pemerintah.

    wassalam,
    Bambang

    • Waalaikumsalam,

      Sebenarnya begini mas, kalau kita menghindar bagi diri saya saya menganggap itu sebuah tindakan lari.. Ketika kita tidak ikut dalam pemilu berarti bagi saya kita menyia-nyiakan peluang.

      Kalau seandainya kita masih mau negara ini masih tetap jadi negara Islam maka kita harus ikut, atau kita mau menyerahkan negara ini ketangan yang tidak bertanggung jawab sepenuhnya?

      Kita ikut untuk sebuah perubahan, masak dari sekian banyak ga ada yang baik?

      Jadi karena sekarang sistemnya begitu mari kita rubah dengan ikut di dalamnya, kecuali kita hanya menghindar terus dan terus ya kalau bagi saya itu sama aja kita mau sesuatu tapi tidak pernah bertindak.

      Jangan sampai kita yang mayoritas (Islam) di Indonesia mau saja diobok2, difatwakan haram oleh MUI malah kita protes. Ingat kita itu punya aturan juga untuk mengikuti ijtihad para ulama. Ga setuju? Saya mo tanya yang ga setuju itu dah tau ga semua tentang Islam, dah apal berapa juz, dah pernah isi pengajian di mana? Dah diakui ga oleh dunia Islam yang lain.

      Jadi jangan sampai kita malah diadu domba oleh entah itu media (yang kebayakan tempat yahudi bercokol), atau pihak-pihak yang tidak menginginkan kerukunan kita.

      Saat ini aneh bagi saya ketika orang biasa dengan seenaknya saja membantah pernyataan ulama. So ini gimana?

      Jadi bagi saya pribadi kita harus ikut, jangn malah kita ikut-ikutan menyalahkan ulama kita sendiri. Saat ini kita itu memilih karena keadaannya begitu karena kebanyakan kita pun berislam ga seutuhnya.

      Kita harus ikut jika ingin melakukan perubahan, bagaimana caranya? Ya jangan pilih yang tidak beradap, setidaknya Alhamdulillah semua calon presiden dan wakil presiden kita masih Muslim.

      Jadi intinya jangan sampai kita terjebak lingkungan kita sendiri, kita harus punya keyakinan.. kita harus satu suara, dan kita harus ikut ulama.. Kecuali keberadaan kita di dunia Islam sebagai ulama sudah diakui ga pa2 punya pendapat lain tentu juga dengan alasan yang kuat. Jangan sampai kita menelaah dari sisi luar saja. Dan jangan menalaah dalam masa yang sedikit saja.

      Posting ini saya tujukan sebenarnya untuk pemilihan legislatif kemaren, karena saya yakin dari sekian ribu masak ga ada 1 atau 2 yang baik? Kalau dimata kita ga ada yang baik ya ga wajib milih.. cuma masak ga ada????

      Nah untuk yang capres ada 3 ya itu silahkan ditelaah juga ada ga yang baik di mata anda? Jangan dilihat satu-satu tapi secara keseluruhan..

      Untuk maslah sama-sama tadi, anda bilang 3 ahli maksiat (maksdnya anggota DPR mungkin) sama 3 kyai sama.. nah itu makanya di sana fungsi kita milih agar tidak ada lagi yang maksiat ada di sana. Kok masih ada? Berarti rakyat yang memang ga mau memilih yang benar.. so jangan salah kan DPR kalau begitu karena sekarang mereka pilihan rakyat.. seharusnya kita yang harus introspeksi.. bagi anda2 yang masih tau yang benar sekarang berikan pembelajaran ke sekeliling anda tentang cara menentukan pilihan yang benar, jangan hanya ngomong tapi diam dan tidak bertindak secara nyata #:-S

      Ok, itu pandangan saya.. sekali lagi yang saya inginkan kita melihat dengan hati, dan Ilmu Islam (bukan sebagian, tapi secara keseluruhan, dan jika bukan ulama konsultasilah dengan ulama).

    • bmg says:

      kalau bicara soal Agama islam, tentunya kita harus ikuti alquran dan sunnah, dan dimana kita bisa dapat hal demokrasi pada ke-2nya ??? tidak ada mas. kalau demokrasi tidak ada dalam islam,
      kenapa orang islam harus memilih demokrasi ????
      bisa kena hukum tasyabuh — mengikuti tingkah laku orang kafir,
      http://www.google.co.id/url?q=http://uelektro.blogspot.com/2008/06/tasyabbuh-kepada-orang-kafir-tak-dapat.html&ei=lLkaSvHhA6iK6APehpiwDg&sa=X&oi=spellmeleon_result&resnum=2&ct=result&usg=AFQjCNGDN2bizvgE-s1XduaRgwUvI9ww8g

      baca posting saya sebelumnya ?
      kira-kira generasi terdidik negara ini ada berapa mas ?
      yang umur 17 tidak sekolah ? lulus sd ? lulus SMP ? lulus SMA, lalu berapa jumlah yang lulus sarjana S1, S2, S3 ? kira-kira banyak mana mas ?
      apakah suara mereka semua sama dan mau disamakan dengan yang suara yang tidak lulus sekolah ? sungguh aneh kalau mau ?

      maaf kalau ada kata-kata saya yang salah, saya hargai pendapat mas Ahlul.

      wasallam,
      bambang

    • He2 iya mas, memang ga bagus kalau suara sama.. Namun sekarang ini kalau tidak ikut siapa yang akan merubah? Apa mo dibikin negara baru aja gitu?

      Kalau bagi saya yang terpenting itu saat ini negara kita seperti ini, kalau seandainya ingin berubah kita harus ikut dan ketika yang baik lebih banyak maka baru kita bicarakan hal yang benar tersebut.. namun ketika kita tidak ada di dalamnya bisa jadi malah lebih parah dari yang sekarang iyakan?

      Nah kalau hemat saya, sekarang yang perlu dikasih tau ke sekeliling adalah pilih yang benar sehingga nanti kedepan hasilnya akan benar juga.

  12. Mari bersatu untuk kemajuan umat! Apakah kegelapan itu sendiri adalah diri kita? yang tidak peduli, tidak mencari tahu, bersikap acuh terhadap kepentingan umat, bukankah setiap diri telah dibebankan untuk mengadakan perbaikan? kenapa harus berkeluh kesah terhadap perilaku orang lain(pemerintah) sementara kita mungkin belum berusaha maksimal dalam memberi kontribusi, berkorban dan mengadakan perbaikan?jika memang menurut kita tidaklah ada lagi orang yang pantas dipilih, mengapa tak berusaha agar menjadi yang pantas untuk dipilih! ini bumi Allah! Allah telah memilih manusia sebagai khalifah! jadilah khalifah Allah! Berilah peringatan!Adakan perbaikan!sekecil apapun akan sangat berarti daripada tidak sama sekali!

Leave a Reply