Kasihan sekali saya lihat rakyat Indonesia, udah diaduk-aduk.
Gini aja mending semua pada setuju. Janganlah media-media SOK SOK ngaduk ngaduk umat Islam. Media bukan Ulama yang negrti Islam, para Pakar-pakar sosial bukan seorang Ulama yang ngerti bener Islam.
Jadi untuk agama ini pastikan ke tangan yang bener, ndak usah ikut campur karena pasti akan tidak ketemu ujunganya.
Media yang hanya diuntungkan di sini. Ingat lah bahwa media yang memperkeruh semua suasana ini.
Ok, sekarang udah.. yang baik-baik dengerkan dari media.. yang jelek jangan. Kasihan kita rakyat lain yang ndak tau di bawa ke sana kemari. Jadi pada bingung semua.
JADI INTINYA UNTUK MASALAH-MASALAH INI SEHARUSNYA PIHAK PIHAK MEDIA, ORANG-ORANG LBH, NON-ISLAM, dan YANG TIDAK BERKEPENTINGAN TIDAK USAH IKUT CAMPUR KARENA ANDA AKAN TIDAK MENGERTI DAN AKAN TIDAK PAHAM.
Ayo bangkitkan bangsa jangan mau di aduk2 aja., Gimana setuju?
Related posts:


setuju banget mas, nggak selayaknya kita menelan mentah2 apa yang disengungkan media. Karena mereka bisa dibilang orang yang asal belaka. Nggak tahu kok sok paham, ngatur2 lagi
wah keren nih progie. BTW mas ahlul kenal sama seseorang bernama Rendra gak..?
Itulah kesulitan muslim Mas Ahlul, media kebanyakan dikuasai oleh non muslim sehingga mudah sekali membangun opini publik untuk memojokkan Islam….makanya kita harus jadi orang kaya yang punya perusahaan media….
kalaupun ada orang islamnya, pasti cuma jadi buruh saja bukan pemilik. lihat saja, negara dengan mayoritas Muslim tidak punya televisi nasional yang punya visi & misi keIslaman! ada sih tapi cuma lokal saja yaitu MQTV Daarut Tauhid Bandung
dijamin murah, layout jo desainyo ahlul yg buek lul?maaf, tapi ko agak norak yo? wak tau ahlul hebat desain…. baa tu lul?
iya,asem bener! tu kemaren sosiolog UI nuduh2 Islam bakal makar! asem gak tuh!
pade ngomong paan mas…sori kuper ne…kelamaan di kebun sawit