Menyikapi "Adu Jotos" Indonesia vs Malaysia

Sungguh sayang saat ini kita melihat banyaknya tudingan yang tidak sehat yang kita lakukan ataupun pihak malaysia yang pastinya hanya oleh sebagian kalangan yang menjadikan kedua belah pihak itupun hanya sebagian orang menjadi bersiteru secara online.

Misalnya dari indonesia dengan adanya http://malingasia.com dari pihak Indonesia, dan dari pihak malaysia adanya situs http://ihateindon.blogspot.com. Emangnya apa ini baik dilakukan?

He he :) sebgai pengamat yaaa saya dan mungkin juga ada sebagian yang lain sepakat klo ini seharusnya tidak perlu terjadi… karena sungguh ndak sehat sekali bersiteru dengan gaya seperti itu. Karena kebenaran itu harus dengan cara yang benar ditegakkan bukan semcam tuding menuding :) (itu pendapat saya lho)

Misalkan gini, coba seandainya kita berfikir apakah kita mau di adu domba(ingatlho domba) hanya gara2 statement2 yang kurang enak di dengar. Padahal yang dibelakang nya merupakan orang-orang yang tidak tahu arti benar itu sendiri. Dan celakanya lagi blog ataupun website saat ini anak kecilpun bisa bikin. So seharusnya tidak perlu terpancing oleh statement yang sifatnya memancing.

Cari popularitas. Yup bisa jadi memang seperti itu. Bisa jadi semua ini hanya gara2 pihak-pihak tertentu ingin mengharapkan popularitas mengingat banyak yang gampang terpancing dalam masalah ini.

Lalu sebaiknya bagaimana menyikapinya?

Yang pertama haruslah kita bertanya pada diri kita? Benarkah kita itu benar-benar bangga dan menyayangi bangsa ini.

Pasti jika kita merenungi sendiri pertanyaan tersebut tentulah kita sadar bahwa ternyata kita sendiripun blum mencintai sepenuhnya bangsa ini. Hal ini dikarenakan krisis kepercayaan yang telah kita alami terhadap bangsa kita sendiri.

Dan misalkan untuk fasilitas Internet atau apa saja terkait teknologi itu saya amati kebanyakan bangsa kita masih memakai jasa-jasa luar negeri sehingga ya kita itu senantiasa tidak menampakkan siapa kita pada orang luar negeri yup pantas saja kita bisa didikte oleh mereka.

Coba kita bayangkan bersama bahwa kita chatting, hosting, dan berbagai kepentingan lainnya kita memakai server luar negeri. Bayangkan betapa banyaknya rahasia orang indonesia yang gampang sekali diketahui oleh orang luar negeri. Jadi sekarang orang mo mencari sesuatu tentang diri anda mereka tinggal manfaatkan Yahoo, Google, dan juga Friendster.. So nyari siapapun terutama yang memakai layanan2 diatas ya gampang sekali.

Dan juga masalah produk sendiri kita juga sering tidak percaya padahal potensi yang ada dikita sungguh luar biasa banyak.

Jadi klo seandainya kita boleh memikirkan bahwa memang tidak sedikit juga kita tidak meyadari kesalahan kita terhadap bangsa kita sendiri.  Bayangkan sementara kita sering melirik apa yang ada diluar dan meninggalkan apa yang ada di dalam negeri sendiri malah orang berlomba-lomba untuk melirik apa yang bisa mereka ambil dari bangsa kita.

Jadi cara yang terbaik untuk menyikapi hal-hal terkhir yang terjadi adalah dengan cara menumbuhkan pada diri kita bahwa memang kita yang memiliki budaya tersebut. Jangan sampai kita tidak bisa mempertahankan lagi karena kita sendir i terbuktui sudah meninggalkan.

Mohon maaf, bukti saja… tentang batik… masih banyakkah bangsa Indonesia khususnya Jawa yang memang menggeluti dan memahami batik? Saya rasa sudah sangat berkurang.. dan jika dibiarkan akan habis… nah bagaimana kita bisa mempertahankan sedangkan buktipun sudah mulai terkikis.

Jadi marilah kita menyadari bahwa :) memang lah kita sendiri yang harus introspeksi diri. Jika memang cinta bangsa indonesia marilah klo bisa kita sedapat mungkin beralih ke produk2 kita sendiri termasuk layanan internet ato apa saja. :) mari kita beri kan kepercayaan pada bangsa kita ini sehingga kita pun bisa tumbuh bersama.

Trus bagaimana menyikapi klaim-klaim tersebut… :) ya ndak usah khawatir mari kita buktikan.. saya yakin orang sudah tau klo batik itu indonesia yang punya, rendang itu orang Padang yang punya :) jangan khawatir selagi memang kita pun sampai nanti masih menunjukkan klo itu kita yang punya.

Yang benar itu pasti menang kok :)

Gimana setuju :) atau tidak, ya berpikirlah sejenak renungkan lah sejenak dan lihat ke sekeliling kita apakah benar kita telah mencintai bangsa ini… jika memang sudah mari bersama-sama kita wujudkan kecintaan kita itu dengan mungkin menuliskan di blog betapa kita cinta dan kita gambarkan tentang indonesia kepada dunia :) tanpa olok-olokan karena hasilnya sama sekali tidak ada dan hanya akan menimbulkan kebencian saja.

Yup sekian dulu :)

7 thoughts on “Menyikapi "Adu Jotos" Indonesia vs Malaysia

  1. Benar… kita sendiri aja sebagai bangsa indonesia sekarang malah banyak yg melupakan dan menyepelekan produk luar dalam negeri. Nah kenapa disaat produk kita diambil orang lain kok baru bertindak….

    Kita ambil hikmah nya saja dari hal yg terjadi. Mari kita bersama sama menggunakan dan mengembangkan produk dalam negeri dan hilangkan rasa malu, gengsi, bodo apabila memakai produk dalam negeri :) dan tanamkan rasa bangga dengan memakai produk dalam negeri

    semoga para remaja indonesia bisa mengerti dan lebih bersabar dalam menanggapi hal yg terjadi….. kita gunakan otak jernih kita dan jangan menggunakan otot/okol kita :) karena dengan begitu kita akan lebih mudah mengambil jalan keluar dari masalah ini :)

  2. Kami punya penemuan Delta Qualstone tapi sampai sekarang diacuhkan aja oleh pemerintah, sudah beberapa Gubernur dan bahkan BUKKnya wapres yang melihat produk ini, tapi ya itu tadi…. :mad:
    Padahal produk ini bisa untuk mengatasi segala musibah yang melanda bangsa seperti gempa dan tsunami.

  3. hmm bener banget apa yang dbilang bro ahlul ini :) sebaiknya kita merenungi dimana kekurangan kita..

    bukannya langsung membalas atau bagaimana.. memang baik adanya jika kita mempertahankan dan membela bangsa.. tapi coba di pikir.. apa benar yang dibilang mereka..

    sebenernya itu adalah salah satu peringatan buat kita untuk membuat hal yang lebih baik..

    misalnya mengurus PENDIDIKAN di negara kita. bUkannya mengurus BUSWAY lah atau apalah.. contoh lain adalah lagu rasa sayange..kenyataannya malaysia tidak mengakui secara mutlak bahwa lagu itu dari mereka..gituan kok dibikin jadi SUMBU perang.. ckckckc

    get a life ajah.. coba untuk lebih dewasa deh..

    thx..

  4. Bener bang ahlul, kanga bangsa kita sendiri gak bisa menjaga hasil karyanya.

    Misalkan batik,. 2 tahun yang lalu dosen ku membawa beberapa bule untuk belanja batik di pekalongan, sama penjualnya di kasi harga yang tinggi banget,..

    Tapi giliran orang indonesia/malaysia yang membeli di kasi harga yang murah,..

    Akhirnya banyak orang malaysia memborong batik di pekalongan laul menempel merek dagang mereka masing2 dan menjualnya di negara mereka,. Alhasil orang2 bule lebih senang belanja batik di malaysia karena mereka merasa emang lebih murah,..

    Begitulah indonesia.

  5. hal ini kan pasti ada pemicunya.. contohnya malaysia berkali-kali mencoba mencari masalah dengan indonesia dengan mengklaim budaya indonesia. belum lagi kasus TKI kita yang sering di perlakukan tidak manusiawi oleh mereka. apakah kita serendah itu sampai-sampai malaysia seenaknya seperti itu????:mad:

  6. sudah matikan ihateindon.blospot.com? solale ketika saya buka tulisannya begini:

    Blog ini melanggar Syarat Layanan Blogger dan hanya terbuka bagi pengarangnya saja
    http://ihateindon.blogspot.com/

    Apabila Anda merupakan penulis dari blog ini, beritahu siapa Anda! Sign-in dengan Google Account Google Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>